Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.


Emas Bertahan di $4.542, Perak Menguat Saat Premi Risiko Hormuz Mereda Berita
Jumat, 22 Mei 2026

Emas Bertahan di $4.542, Perak Menguat Saat Premi Risiko Hormuz Mereda

Harga emas spot relatif stabil di sekitar $4.542 per troy ounce setelah sesi perdagangan Kamis (21/5), sementara perak justru menguat 1% — didorong penurunan harga minyak dan pelonggaran yield obligasi AS di tengah sinyal meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

Reli Emas Akan Berlanjut Setelah Konflik Iran, Target $5.400/oz di 2027 Berita
Kamis, 21 Mei 2026

Reli Emas Akan Berlanjut Setelah Konflik Iran, Target $5.400/oz di 2027

Harga emas memang sedang tertekan, tapi Lombard Odier tetap optimis: selama bank sentral tidak menaikkan suku bunga dan aliran dana pasif tidak kolaps, emas bisa kembali ke $5.400/troy ounce dalam 12 bulan ke depan.

Emas Tergelincir di Bawah $4.500 Terseret Imbal Hasil Obligasi dan Kebuntuan Iran Berita
Rabu, 20 Mei 2026

Emas Tergelincir di Bawah $4.500 Terseret Imbal Hasil Obligasi dan Kebuntuan Iran

Harga emas spot turun 1,84% ke level $4.481 per troy ounce (sekitar $144 per gram) pada Selasa malam waktu AS, terseret kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar — meski ketegangan geopolitik di Selat Hormuz masih memanas.

Harga Emas Menguat Tipis, Tekanan Minyak dan Selat Hormuz Batasi Kenaikan Berita
Selasa, 19 Mei 2026

Harga Emas Menguat Tipis, Tekanan Minyak dan Selat Hormuz Batasi Kenaikan

Harga emas spot menguat tipis ke sekitar US$4.552 per troy ons pada perdagangan Senin, namun kenaikannya masih tertahan oleh lonjakan harga minyak mentah di atas US$100 per barel dan kekhawatiran geopolitik seputar Selat Hormuz yang masih ditutup.

Emas Turun 2,4% ke $4.539, Perak Anjlok 9% Saat Dolar dan Yield Obligasi Melonjak Berita
Senin, 18 Mei 2026

Emas Turun 2,4% ke $4.539, Perak Anjlok 9% Saat Dolar dan Yield Obligasi Melonjak

Harga emas spot turun tajam 2,40% ke $4.539/oz di akhir perdagangan Jumat, sementara perak anjlok hampir 9% — keduanya tertekan kombinasi penguatan dolar AS, lonjakan imbal hasil obligasi Treasury, dan kekhawatiran inflasi yang dipicu ketegangan di Selat Hormuz pasca konflik AS-Iran.

Wall Street Pesimis, Emas Uji Level Kritis $4.500 di Tengah Tekanan Inflasi Berita
Minggu, 17 Mei 2026

Wall Street Pesimis, Emas Uji Level Kritis $4.500 di Tengah Tekanan Inflasi

Pekan lalu menjadi ujian berat bagi emas — harga spot melorot 3,24% dan ditutup di kisaran $4.543 per troy ons akibat data inflasi AS yang lebih panas dari ekspektasi, lonjakan imbal hasil obligasi, dan penguatan dolar yang solid. Menariknya, meski 77% analis Wall Street kini memandang harga akan terus tertekan, mayoritas investor ritel tetap optimis bahwa $4.500 akan jadi lantai yang kuat.

Imbal Hasil Riil Meroket, Momentum Emas dan Perak Terpukul Pekan Ini Berita
Sabtu, 16 Mei 2026

Imbal Hasil Riil Meroket, Momentum Emas dan Perak Terpukul Pekan Ini

Emas turun hampir 4% dan perak terjun sekitar 13% dalam sepekan terakhir—tekanan utama datang dari lonjakan imbal hasil riil obligasi AS yang kian mengikis daya tarik logam mulia sebagai aset simpanan.

Harga Emas Anjlok $47 Akibat Inflasi Panas dan Pertemuan Trump-Xi yang Mengecewakan Berita
Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Anjlok $47 Akibat Inflasi Panas dan Pertemuan Trump-Xi yang Mengecewakan

Emas mengalami tekanan besar pada Kamis kemarin, turun $47 per troy ounce di tengah data inflasi AS yang panas dan hasil pertemuan Trump-Xi di Beijing yang minim katalis nyata — memicu kekhawatiran bahwa The Fed mungkin justru menaikkan suku bunga, bukan memangkasnya.

Emas Turun Dua Hari Beruntun, Data Inflasi AS Hapus Harapan Pemangkasan Suku Bunga 2026 Berita
Kamis, 14 Mei 2026

Emas Turun Dua Hari Beruntun, Data Inflasi AS Hapus Harapan Pemangkasan Suku Bunga 2026

Harga emas melemah untuk hari kedua berturut-turut ke sekitar US$4.680 per troy ounce (setara US$150 per gram), setelah dua laporan inflasi Amerika yang lebih panas dari ekspektasi sekaligus menutup peluang pemangkasan suku bunga The Fed di tahun 2026.