Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Saturday, 16 May 2026

Imbal Hasil Riil Meroket, Momentum Emas dan Perak Terpukul Pekan Ini

Momentum bullish di pasar logam mulia mendapat pukulan keras pekan ini. Emas ditutup melemah hampir 4% sementara perak ambruk sekitar 13% dari level tertinggi belum lamanya—sebuah koreksi tajam yang mencerminkan betapa beratnya tekanan makroekonomi saat ini.

Akar masalahnya ada di kebijakan moneter AS. The Fed (bank sentral Amerika Serikat) kini diprediksi akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan pasar. Alih-alih memangkas suku bunga, para investor kini bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan pengetatan lanjutan. Ini bukan kabar baik bagi emas.

Yang paling mencolok adalah pergerakan di ujung panjang kurva obligasi AS. Imbal hasil obligasi 30 tahun menembus 5%—tertinggi dalam beberapa tahun terakhir—sinyal yang jelas bahwa kondisi keuangan global sedang mengencang secara signifikan.

Menariknya, kenaikan imbal hasil ini bukan didorong oleh lonjakan ekspektasi inflasi jangka panjang. Tingkat breakeven 30 tahun masih di kisaran rendah-2%, artinya sebagian besar kenaikan imbal hasil nominal mencerminkan kenaikan imbal hasil riil. Ini yang menjadi masalah bagi emas: ketika imbal hasil riil naik, biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas ikut meningkat. Investor institusi pun semakin melihat obligasi sebagai alternatif yang lebih menarik.

Para analis memperingatkan bahwa emas bisa menghadapi tekanan lanjutan jika imbal hasil riil terus naik. Beberapa pelaku pasar mematok level USD 4.000 per troy ounce (sekitar Rp 2,0 juta per gram) sebagai potensi lantai support berikutnya. Namun dalam jangka panjang, gambarannya lebih bernuansa—kondisi yang sama yang menekan emas sekarang, yaitu inflasi persisten dan ketidakpastian fiskal global, justru bisa kembali memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai strategis.

Untuk saat ini, arah pergerakan emas masih cenderung ke bawah selama belum ada perubahan signifikan dalam outlook suku bunga. Bagi investor emas Indonesia, momen seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk mencermati titik masuk. Cek harga emas terkini dan koleksi tersedia di anekalogam.co.id atau kunjungi gerai kami di Mall Artha Gading.