Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas spot naik 1,21% ke kisaran USD 4.190 per troy ounce pada Senin malam, didorong oleh pelemahan harga minyak seiring kemajuan negosiasi Iran-AS. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih membatasi potensi kenaikan emas lebih lanjut.
Harga emas tertekan setelah ketua The Fed Kevin Warsh tampil hawkish di konferensi pers perdananya — tapi seorang analis mantan Lehman Brothers justru melihat ini sebagai reaksi berlebihan yang melewatkan kekuatan struktural emas jangka panjang.
Harga emas turun ke kisaran $4.154 per troy ounce di akhir pekan lalu, tertekan oleh sikap hawkish The Fed dan melemahnya permintaan fisik dari pasar Asia — membuat emas kekurangan katalis untuk rebound dalam waktu dekat.
Setelah emas sempat terkoreksi 26% akibat gejolak konflik Iran-AS, bank investasi Barclays tetap kukuh dengan target harga $4.791 per ounce di 2026 dan $4.900 di 2027 — karena inflasi, ketidakpastian kebijakan, dan permintaan bank sentral global masih berjalan sangat kuat.
Harga emas spot melonjak ke kisaran $4.330 per troy ons setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz — langkah yang memangkas harga minyak mentah, meredakan tekanan inflasi, dan mengangkat aset berisiko secara global.
Harga emas menutup pekan lalu di $4.210/oz setelah perjalanan penuh tekanan — sempat menyentuh level terendah $4.023 di tengah kejutan data inflasi AS. Wall Street memilih bersikap netral sambil menunggu arah The Fed, sementara investor ritel justru mulai condong pesimis.
Harga emas mengalami volatilitas tajam pekan lalu, sempat menyentuh level terendah $4.023 sebelum kembali ke kisaran $4.210 — namun survei mingguan Kitco menunjukkan sentimen investor ritel sudah bergeser ke arah bearish, sementara mayoritas analis Wall Street memilih wait-and-see menjelang rapat The Fed.
Harga emas mendekati batas krusial $4.000 per troy ounce di tengah tekanan inflasi yang justru menekan daya beli logam mulia. Menariknya, kondisi inilah yang — jika terus berkembang — bisa berbalik menjadi katalis kenaikan paling kuat untuk emas.
Setelah empat hari berturut-turut melemah dengan total penurunan $408, harga emas berbalik naik $140 dalam satu sesi Kamis — dipicu pengumuman Presiden Trump yang membatalkan rencana serangan militer ke Iran.