Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas naik seiring penurunan minyak, tapi kondisinya tidak sesederhana itu. Dinamika Iran dan pergerakan mata uang global membuat jalur emas jadi lebih rumit.
Pengumuman Trump soal pembukaan kembali Selat Hormuz mengirim harga emas mendekati $4,900 per ounce, sementara harga minyak turun tajam. Berita ini langsung menggerakkan pasar global secara dramatis!
Harga emas saat ini di kisaran $4.653/oz, namun Chris Mancini dari Gabelli Gold Fund tetap yakin target medium-term tembus $6.000/oz. Pemicunya kombinasi perang Iran, lonjakan belanja militer, dan paradigma baru de-dolarisasi global.
Harga emas sempat naik karena harapan kesepakatan Iran, tapi kemudian turun lagi. Bagaimana dampaknya terhadap pasar emas global?
Harga emas kembali bergerak di atas $4.800 per ons setelah pasar mencerna tiga sinyal besar: proyeksi ekonomi dunia yang dipangkas IMF, riset terbaru World Gold Council tentang volatilitas emas, serta kabar positif dari perundingan AS-Iran.
Emas masih berjuang untuk menembus level $4,800 per ounce. Pasar sepertinya menunggu sinyal jelas dari rencana perdamaian yang solid sebelum bergerak lebih jauh.
Status emas sebagai aset safe-haven kini dipertanyakan! Lembaga Brookings menyebut emas telah berubah menjadi aset 'high-beta' dengan volatilitas tinggi.
Emas terus menanjak selama tiga minggu berturut-turut! Namun, gencatan senjata yang rapuh dan risiko inflasi membuat kenaikannya terbatas.
State Street Global Advisors memprediksi harga emas bisa menembus level $5,000 per ons meskipun menghadapi tekanan jangka pendek. Proyeksi ini didorong oleh fundamental kuat dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.