Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Wednesday, 29 April 2026

World Bank: Harga Emas dan Perak Mendekati Batas Atas hingga 2026

Emas dan Perak Masih Punya Ruang Naik, Tapi Terbatas

Dalam laporan April Commodity Market Outlook terbaru, analis World Bank melihat harga emas dan perak sudah mendekati titik puncaknya untuk tahun 2026. Meskipun volatilitas masih tinggi akibat ketidakpastian geopolitik, ruang kenaikan harga logam mulia dinilai makin terbatas.

Di kuartal pertama 2026, harga emas mencatat kenaikan 17% dibanding kuartal sebelumnya. Perak bahkan lebih impresif — melonjak 55% di periode yang sama. Secara keseluruhan, indeks harga logam mulia sudah naik 84% dibanding tahun lalu.

Proyeksi Harga: Emas US$4.700, Perak US$70

World Bank memperkirakan harga emas akan rata-rata di kisaran US$4.700 per ounce (sekitar Rp2,4 juta per gram) sepanjang 2026 — naik 37% dari tahun lalu. Sementara perak diproyeksikan di sekitar US$70 per ounce, naik 76% dari 2025.

Tapi jangan terlalu euforia. Bank pembangunan internasional ini memproyeksikan harga emas dan perak akan turun sekitar 7% di tahun 2027. Artinya, momentum kenaikan saat ini mungkin tidak bertahan lama.

Apa yang Bisa Mendorong Harga Naik Lebih Tinggi?

Menurut analis World Bank, risiko masih condong ke arah kenaikan (upside). Pemicunya bisa berupa:

  • Ketegangan perdagangan global yang memanas lagi
  • Volatilitas pasar keuangan yang mendorong investor mencari aset safe-haven
  • Arus spekulatif yang belum sepenuhnya mereda

“Mengingat sensitivitas harga logam mulia terhadap sentimen risiko global, permintaan spekulatif, dan kondisi makroekonomi, prospeknya masih penuh ketidakpastian,” kata para analis.

Risiko Penurunan yang Perlu Diwaspadai

Di sisi lain, ada beberapa faktor yang bisa menekan harga:

  • Inflasi tinggi akibat lonjakan harga energi — ini meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga
  • Meredanya ketegangan geopolitik bisa mengurangi permintaan safe-haven
  • Perlambatan pembelian bank sentral setelah beberapa tahun akumulasi besar-besaran
  • Perlambatan ekonomi yang bisa memukul permintaan industri perak

World Bank juga memperingatkan bahwa koreksi harga bisa signifikan jika terjadi profit-taking massal dari lonjakan spekulatif sejak awal 2025.

Gambaran Besar: Perang dan Komoditas

Di luar logam mulia, World Bank mencatat bahwa konflik yang melibatkan Iran telah mengubah total lanskap pasar komoditas global. Harga komoditas secara keseluruhan diproyeksikan naik 16% tahun ini — kenaikan tahunan pertama sejak 2022.

Sektor energi masih mendominasi, dengan harga minyak dan gas alam diperkirakan naik 24% di 2026. Dampaknya menjalar ke pupuk, pangan, dan logam industri — semuanya diproyeksikan mencapai rekor tertinggi.


Ingin memantau harga emas terkini dan mendapat update pasar logam mulia? Kunjungi anekalogam.co.id atau mampir langsung ke toko kami di Mall Artha Gading.