Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945                 Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789

Close

Change Language

Close Language Selection

Laporan Data CPI Rekor! Emas Belum Bergerak

Laporan Data CPI Rekor! Emas Belum Bergerak

Banyak yang mengira bahwa data terkini akan meningkatkan nilai emas dan mempertahankan kenaikan harganya, namun kenyataannya tidak demikian. Pemerintah telah mengeluarkan CPI (Indeks harga pelanggan) untuk bulan Juni, yang menunjukkan laju inflasi tertinggi sejak tahun 2008. Meskipun para ekonom memperkirakan laporan tersebut akan menunjukkan peningkatan sebesar 0,5%, angka sesungguhnya jauh melebihi prediksi ekonomi. Laporan CPI meningkat sebanyak 0,9% dibandingkan bulan sebelumnya, hampir dua kali lipat dari perkiraan ekonom.

Meskipun permasalahan rantai pasok, dan menyempitnya lapangan pekerjaan merupakan alasan kenaikan ini, naiknya harga makanan dan energi merupakan kontributor terbesar dalam peningkatan inflasi. Biaya tambahan yang berkaitan dengan pariwisata seperti harga tiket pesawat dan hotel juga berkontribusi dalam peningkatan inflasi ini. Laporan CPI sebelumnya sudah cukup mengkhawatirkan pada angka 5%, tingkat inflasi dalam 12 tahun terakhir hingga Juni lalu adalah 5,4%. Nilai ini merupakan nilai inflasi tertinggi sejak 2008.


Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja A.S, "Indeks harga konsumen untuk konsumen perkoktaan (CPI-U) meningkat sebesar 0,9% pada bulan Juni berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,6% pada bulan Mei. Hal ini merupakan perubahan terbesar dalam satu bulan sejak Juni 2008, saat indeks meningkat sebesar 1%. Dalam 12 bulan terakhir, indeks harga eceran meningkat sebesar 5,4% sebelum penyesuaian musiman; hal ini merupakan peningkatan 12 bulan tertinggi sejak peningkatan 5,4% pada bulan Agustus 2008."

Laporan tersebut mengatakan bahwa indeks yang digunakan untuk mobil dan truk bekas terus melonjak, dengan peningkatan sebesar 10,5% pada bulan Juni. Peningkatan ini senilai dengan sepertiga dari peningkatan penyesuaian musiman. Tetapi, barang dan jasa yang mungkin memuat kelanjutan sistemik seperti makanan, meningkat sebesar 0,8% pada bulan Juni. Angka tersebut merupakan dua kali lipat dari peningkatan 0,4% pada bulan Mei. Index energi meningkat 1,5% , dan indeks bensin meningkat sebesar 2,5% pada bulan Juni.

Inflasi yang tinggi tentu merupakan pemicu naiknya harga emas, namun inflasi dapat memaksa Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang dibayangkan, yang dapat menyebabkan harga emas jatuh. Meski demikian, Presiden Bank Federal Reserve New York John Williams mengatakan bahwa "kondisi untuk menskalakan kembali program stimulus pembelian obligasi sebesar 120 milyar belum dapat dipenuhi. Kami telah menentukan tanda yang sangat jelas, bukan tanda kuantitatif, namun tanda yang sangat jelas bahwa kami ingin kemajuan yang substensial dalam perbaikan pasar pekerjaan."

Presiden St. Louis Fed, James Bullard mengatakan bahwa "Federal Reserve sebaiknya tidak mulai mengurangi stimulus yang diberikan kepada ekonomi AS, mengingat bahwa penurunan tidak perlu dilakukan saat ini juga."

Tentunya inflasi akan terus ada, dan kebanyakan akan berkelanjutan dan tidak sementara. Belum diketahui kenapa harga emas tidak ikut naik, dengan harga dagang $1.807,70, dengan keuntungan bersih sebesar $1,80.