Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Monday, 01 June 2026

Emas Naik saat Minyak Anjlok, Harapan Damai Iran Topang Harga

Emas Bangkit, Silver Tertahan — Minyak Jadi Penentu Akhir Pekan

Harga emas spot mengakhiri pekan dengan nada positif, naik 0,97% ke level $4.539,30 per troy ounce (setara sekitar $145,9 per gram). Penguatan ini didorong oleh kejatuhan harga minyak global yang drastis — turun paling tajam sepanjang satu bulan sejak 2020 — setelah pasar mulai memperhitungkan kemungkinan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sementara itu, silver bergerak berlawanan arah, melemah 0,51% ke $75,275 per troy ounce, tertekan penguatan dolar AS.

Data Ekonomi AS: Sinyal yang Masih Campur Aduk

Beberapa data penting dirilis menjelang akhir pekan. PCE (Personal Consumption Expenditures) — indikator inflasi favorit The Fed (bank sentral AS) — naik 3,8% secara tahunan di bulan April. Konsumsi pribadi tumbuh 0,5%, namun tingkat tabungan warga AS turun ke 2,6%, menandakan tekanan finansial yang masih terasa di tingkat rumah tangga.

Yang menarik, Chicago PMI — indeks aktivitas manufaktur regional — melonjak drastis dari 49,2 ke 62,7, jauh melampaui perkiraan konsensus di 50,5. Angka di atas 50 berarti ekspansi. Kombinasi inflasi yang masih "lengket" di atas target dan manufaktur yang membaik membuat arah kebijakan The Fed semakin sulit ditebak — dan ketidakpastian ini biasanya menjadi katalis bagi emas.

Selat Hormuz dan Kejatuhan Minyak

Selat Hormuz tetap menjadi titik panas geopolitik yang paling mempengaruhi harga energi global — dan secara tidak langsung, harga emas. Namun perdagangan Jumat kemarin mencerminkan optimisme de-eskalasi: pasar berharap negosiasi AS-Iran dapat memperpanjang gencatan senjata 60 hari dan secara bertahap memulihkan pengiriman minyak melewati selat tersebut.

Hasilnya, WTI minyak mentah AS ditutup di $87,36 per barel dan Brent di $92,05 — keduanya jauh lebih rendah dibanding awal bulan. Penurunan harga minyak memang meredam tekanan inflasi jangka pendek, yang artinya mengurangi urgensi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Tapi di sisi lain, berkurangnya ketegangan geopolitik juga berarti permintaan safe-haven untuk emas sedikit berkurang — inilah yang membuat pergerakan emas tetap terbatas meski minyak anjlok.

Outlook Teknikal Singkat

Untuk emas: resistance terdekat ada di $4.550–$4.576. Jika berhasil ditembus, target berikutnya adalah $4.600 dan $4.660. Support kuat di zona $4.500–$4.526.

Untuk silver: bulls mengincar $76,00–$76,50 terlebih dahulu, dengan target lanjutan di $78,00. Support terdekat di $74,97 — jika jebol, bisa turun ke $74,26.

Apa Artinya bagi Investor Emas Indonesia?

Penurunan harga minyak dan melemahnya tekanan inflasi AS jangka pendek bisa menjadi angin segar bagi emas dalam jangka menengah. Saat ekspektasi suku bunga mulai turun, logam mulia tanpa bunga seperti emas cenderung lebih menarik bagi investor global. Namun volatilitas tetap ada — terutama dari perkembangan geopolitik Timur Tengah yang bisa berbalik arah dalam hitungan jam.

Jika Anda ingin memulai atau menambah portofolio emas fisik dengan aman, kunjungi toko Anekalogam di Mall Artha Gading atau jelajahi koleksi kami di anekalogam.co.id.