Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Thursday, 09 July 2026

Emas Merosot Terseret Ketegangan Hormuz dan Sinyal The Fed yang Hawkish

Logam mulia kompak turun dalam sesi perdagangan malam AS. Emas ditutup di angka $4.074,70 per troy ounce (sekitar Rp2,15 juta/gram), turun 0,73% dari hari sebelumnya. Perak pun ikut terkoreksi lebih dalam, merosot 2,85% ke level $58,13 per troy ounce. Intraday, emas sempat menyentuh level terendah $4.021 dan tertinggi $4.134 — masih bertahan di atas $4.000, namun jauh dari zona resistansi kuat di $4.200.

Pagi harinya, data ketenagakerjaan AS bulan Juni sempat memberikan angin segar. Laporan non-farm payrolls menunjukkan penambahan 57.000 pekerjaan baru, dengan tingkat pengangguran stabil di 4,2% dan revisi ke bawah sebesar 74.000 untuk bulan-bulan sebelumnya. Data lemah seperti ini biasanya menguntungkan emas — sebagai sinyal bahwa The Fed (bank sentral Amerika Serikat) mungkin akan memangkas suku bunga lebih cepat. Tapi, euforia itu tidak bertahan lama.

Ketegangan di Selat Hormuz meledak setelah AS menuduh Iran menyerang tiga kapal komersial. Militer Amerika langsung melancarkan serangan balasan, menyusul pernyataan Presiden Trump bahwa gencatan senjata telah berakhir. Akibatnya, harga minyak mentah meroket: WTI naik 6,45% ke $74,93 per barel, dan Brent mengikuti dengan kenaikan 6,18% ke $78,73. Lonjakan minyak ini memicu kekhawatiran inflasi baru — mendorong yield obligasi AS naik tajam (tenor 10 tahun ke 4,5812%, tenor 2 tahun ke 4,2182%) dan indeks dolar menguat ke 101,18. Ironisnya, dalam kondisi seperti ini emas justru tertekan, karena pasar lebih khawatir soal inflasi dan repricing kebijakan suku bunga The Fed daripada mencari perlindungan safe-haven.

Dari sisi teknikal, emas masih dalam kontrol penjual (bearish) jangka pendek setelah menyentuh level terendah lima hari di sekitar $4.022. Dua titik resistansi utama yang perlu ditembus ada di $4.162 dan $4.214, sementara support terdekat di $4.041 — jika jebol, level berikutnya di $3.942. Untuk perak, pelemahan berlanjut ke zona retracement $59,44–$58,53, dengan resistansi di $63,28 dan support di $58,53 serta $55,60.

Bagi investor emas di Indonesia, koreksi jangka pendek seperti ini layak dicermati. Ketika tekanan sementara datang dari repricing suku bunga, sementara fundamental jangka panjang — seperti pembelian masif bank sentral global dan ketidakpastian geopolitik — masih solid, koreksi sering kali menjadi peluang akumulasi yang menarik. Pantau terus pergerakan harga emas dan rencanakan portofolio Anda di anekalogam.co.id, atau kunjungi toko kami di Mall Artha Gading untuk konsultasi langsung.