Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas kembali menembus level $4.600 per ounce setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan lowongan pekerjaan. Sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS ini memberikan angin segar bagi pergerakan emas.
Harga emas terus menguat meski dolar AS dan minyak mentah mengalami lonjakan. Namun, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada level resistensi kunci yang bisa menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Wall Street mulai percaya lagi pada emas setelah harga menunjukkan ketahanan selama seminggu terakhir. Sementara itu, investor ritel (Main Street) kini berbalik optimis menjelang rilis data ketenagakerjaan AS.
Harga emas saat ini sedang tertekan meski ketegangan geopolitik meningkat. Namun, Wells Fargo tetap optimis memprediksi emas bisa mencapai $6.200 per troy ounce pada akhir tahun ini.
Perhatian investor emas! Pembatasan baru dari Rusia bisa memicu tekanan jual lebih lanjut pada harga emas global. Simak dampaknya pada pasar emas kita!
Harga emas mengalami tekanan akibat respons bank sentral terhadap inflasi yang meningkat. Bart Melek dari TD Securities menjelaskan bagaimana kebijakan moneter ketat memengaruhi pergerakan harga logam mulia ini.
Koreksi harga emas justru jadi peluang beli yang bagus! Tavi Costa dari Azuria Capital menjelaskan mengapa risiko utang global masih jadi pendorong kuat untuk investasi emas.
UBS punya kabar gembira buat investor emas! Bank investasi global ini memprediksi harga emas masih bisa naik 20% dari posisi saat ini hingga tahun 2026.
Harga emas mungkin sedang tertekan dalam jangka pendek, tapi jangan salah—di balik penurunan ini tersembunyi potensi kenaikan jangka panjang yang powerful! Simak analisisnya.