Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Investor emas dan perusahaan penambang emas akan di untungkan, siapapun yang memenangkan Pemilu Amerika. Hal ini di sebabkan oleh kebijakan fiskal besar yang akan di luncurkan oleh siapapun pemenang pemilu.
Kondisi pasar sekarang ini masih berada di kondisi yang tidak menentu karena menunggu hasil dari pemilihan umum Amerika Serikat malam ini. Hal ini di ungkapkan oleh Rhoana O’Connell dari Stone X. Bahkan di prediksi market masih akan menunggu hasil final dari pemilu Amerika ini.
Pada minggu ini, emas berada di bawah angka $1.900 per troy oz setelah tertahan di harga tersebut setelah beberapa minggu.
Kondisi ekonomi global yang tidak semakin membaik, disertai dengan pandemi Covid-19 yang belum menemukan solusinya, mengakibatkan kita akan mengalami inflasi di dalam waktu dekat ini.
Sebentar lagi pemilu Amerika Serikat akan segera di lakukan. Hasil dari pemilu ini sendiri sedikit banyak akan berpengaruh terhadap harga emas.
Harga Emas terlihat tidak bergerak kemana-mana dalam jangak pendek ini, bisa dilihat dari harga yang tetap sama sejak 3 bulan lalu di July akhir, dan kita mulai bertanya-tanya apakah harga emas akan kembali terjadi kenaikan harga?
Kebijakan fiskal Amerika yang akan memberikan paket stimulus ekonomi, akan menjadi pendorong harga emas bahkan bisa menyentuh harga $ 2.200 /oz pada akhir 2020 dan $2.300 pada awal 2021.
Berita turunnya harga emas karena akan adanya vaksin Covid-19 terlalu di lebih-lebihkan. Menurut Lobo Tiggre, Independent Speculator.
Harga Emas terus mengalami kesulitan untuk menentukan arah setelah di perdagangkan di kisaran $1.900, namun menurut salah satu analis, emas masih dalam tahap undervalue dibandingkan dengan aset-aset lainnya.