Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Tuesday, 23 June 2026

Harga Emas Menguat Tipis, Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Membayangi

Pasar emas membuka pekan ini dengan nada positif, meski tidak terlalu kuat. Emas spot diperdagangkan di sekitar USD 4.190,60 per troy ounce (sekitar USD 134,7 per gram), naik 1,21% dari sesi sebelumnya. Perak spot juga ikut menguat tipis 0,47% ke USD 65,21 per troy ounce.

Tekanan utama yang menghambat emas datang dari pasar obligasi AS. The Fed (bank sentral Amerika Serikat) memang mempertahankan suku bunga pada rapat bulan Juni lalu, tapi perubahan nada kebijakan ke arah yang lebih hawkish membuat pasar berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga masih bisa terjadi sebelum akhir tahun. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke 4,50%, dan probabilitas kenaikan suku bunga setidaknya sekali sebelum akhir 2026 kini sudah mencapai hampir 90% — naik drastis dari hanya 57% seminggu sebelumnya. Kondisi ini secara historis tidak bersahabat bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di sisi lain, negosiasi Amerika Serikat dan Iran memberikan sentimen yang campur aduk. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perundingan akhir pekan lalu sebagai “fondasi yang baik untuk kesepakatan akhir yang sukses,” namun militer Iran sempat mengklaim menutup kembali Selat Hormuz — klaim yang langsung dibantah oleh Komando Pusat AS. Akibatnya, harga minyak mentah Brent turun 3,2% ke USD 77,52 per barel, sementara minyak WTI AS turun 2,6% ke USD 73,86. Penurunan harga minyak bersifat disinflasi dan sedikit meringankan tekanan terhadap The Fed, tapi pasar tampaknya belum sepenuhnya percaya bahwa ketegangan geopolitik sudah mereda.

Dari sisi teknikal, emas perlu menembus zona resistensi USD 4.221–4.226 agar terbuka peluang kenaikan lebih lanjut menuju USD 4.287 dan USD 4.364. Sebaliknya, jika support di USD 4.160 ditembus ke bawah, emas bisa tertekan ke USD 4.073, bahkan ke level psikologis USD 4.000. Untuk perak, zona resistensi terdekat berada di USD 66,99–69,02, sementara support kritis ada di USD 64,53.

Meski ada tekanan dari ekspektasi suku bunga The Fed, emas masih mampu bertahan di level yang relatif kuat berkat kombinasi antara ketidakpastian geopolitik dan melemahnya harga minyak. Bagi investor emas ritel, momen ini patut diperhatikan — pantau terus pergerakan yield obligasi AS dan perkembangan negosiasi Iran-AS dalam beberapa hari ke depan sebelum mengambil keputusan.

Ingin konsultasi strategi investasi emas lebih lanjut? Kunjungi anekalogam.co.id atau datang langsung ke toko Anekalogam di Mall Artha Gading — tim kami siap membantu.