Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Bagi Dr. Nicole Adshed-Bell, direktur di Cupel Advisory Group, Harga emas tetap pada jalur uptrednya.
Awal bulan ini, Adshead-Bell berbincang dengan Kitco pada Deutche Goldmesse show di Frankfurt, Jerman. Mereka mengatakan bahwa kita sekarang tidak sedang berada pada permulaan dari bull market, dimana sangat mudah untuk mendapatkan keuntungan.
Harga emas mengalami tekanan setelah laporan Annual Core Personal Consumption Expenditures price index Amerika mencatatkan hasil sesuai dengan ekspektasinya pada bulan Oktober, yaitu di angka 4.1%
Pasar emas tidak dapat menguat meski data pembelian rumah di Amerika tidak meningkat bulan lalu.
Data sementara mengenai tingkat pengangguran turun 1000 menjadi 268.000 minggu ini dan hal ini menmbuat para pelaku pasar kecewa. Angka ini merupakan angka terendah selama terjadi pandemi dari tahun 2020.
Peningkatan inflasi yang terus terjadi membuat pergerakan harga di pasar emas menjadi meningkat dengan cukup signifikan. Hal ini disebabkan juga oleh keputusan para Hedge Funds untuk mulai mengalihkan porsi portfolio investasi mereka ke pasar emas, dimana emas dianggap sebagai instrumen investasi yang aman.
Presiden Amerika, Joe Biden mengatakan bahwa ia akan memberikan keputusannya dalam menentukan nominasi kepala the Fed dalam waktu 4 hari kedepan. Hal ini merupakan pilihan yang kritis bagi demokrat dan dapat menentukan bagaimana agenda ekonomi pemerintahan Biden akan berjalan.
Harga emas sekarang ini sedang di perdagangkan pada area netral dan berada pada angka realtif tinggi hampir mendekati harga tertingginya dalam 5 bulan terakhir setelah the Fed melaporkan bahwa ada kenaikan pada sektor manufaktur yang melebih proyeksi sebelumnya.
Semua orang tahu kalau sekarang ini kita memasuki inflasi yang cukup tinggi, namun minggu kemarin merupakan pembuktian bahwa tingkat inflasi yang sedang terjadi merupakan keadaan yang cukup buruk.
Dengan meningkatnya ketakutan akan inflasi dan permasalahan supply chain, harga logam mulia terlihat sangat positif untuk beberapa tahun kedepan terutama hingga tahun 2025. Hal ini di ungkapkan oleh S&P Global Market Intelligence.