Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas menguat ke hampir menyentuh angka $1.800 setelah pengumuman laporan ketenagakerjaan menujukan hasil yang cukup mengecewakan.
Harga emas sebelumnya di prediksi akan mulai bergerak ketika the Fed mengumumkan keputusan yang akan di ambil dalam hal menangani tingkat inflasi yang meningkat, namun sekali lagi, the Fed mencoba untuk menutupi kekhawatiran mereka dan memberikan keputusan yang cukup lemah dengan mengatakan bahwa tapering akan mulai terjadi pada 2022 dan juga akan menaikan suku bunga 3 kali selama 2022.
Federal Reserve saat ini sedang melawan tingkat inflasi yang terkuat sejak tahun 1980, dan tekanan ini semakin kuat menjelang event FOMC karena keputusan yang di ambil tidak hanya menurunkan jumlah pembelian aset tapi juga menaikan suku bunga.
Harga emas menguat setelah adanya kenaikan pada data US Consumer price.
Pemulihan ekonomi yang cukup agresif, meningkatnya tingkat suku bunga dan berbagai insentif pemerintah membuat para investor institutional kurang berminat terhadap instrumen emas.
Bank Sentral Singapura menambah persediaan emasnya sebanyak 20% tahun ini. Penambahan emas ini merupakan aksi pembelian emas pertama kali selama 2 dekade terakhir.
CDC mengkonfirmasi bahwa California dan San Francisco Department of Public Health telah mengidentifikasi dan mengkonfirmasi mengenai adanya virus Covid-19 varian baru yaitu Omicron yyang telah masuk ke Amerika. Berita ini tidak terlalu mengejutkan karena seiring dengan mulai menyebarnya varian baru Covid-19. Orang yang teridentifikasi terinfeksi Covid-19 varian Omicron ini telah mendapatkan vaksin 1 dan 2 nya namun belum sempat mendapatkan booster.
Harga emas kembali terkoreksi ke angka dibawah $1.800 per oz, turun hampir $40 setelah Jerome Powell, Chairman The Fed dan Janet Yellen, Treasury Scretary memberikan testimoni kepada para senat Amerika.
Impor Emas yang dilakukan negara China melalui Hong Kong telah meningkat sebanyak 56% selama bulan Oktober. Hal ini menjadi angka tertinggi sejak Juni 2018.