Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Sunday, 24 May 2026

Emas Bertahan di $4.500 di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga dan Sentimen Bearish Wall Street

Harga emas membuka pekan lalu di $4.539,09 per ounce dan sempat menguat signifikan di awal pekan, didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketegangan geopolitik seputar konflik Iran. Kenaikan sempat membawa harga ke level tertinggi mingguan di $4.588,64 per ounce—namun momentum itu tidak bertahan.

Mulai pertengahan pekan, tekanan jual menguat. Dolar AS menguat, inflasi direvisi naik akibat lonjakan harga energi, dan risalah rapat FOMC (komite kebijakan moneter AS) April yang dirilis mengonfirmasi bahwa The Fed (bank sentral Amerika Serikat) masih sangat khawatir dengan tekanan inflasi—termasuk dari energi dan tarif impor. Harga emas sempat menyentuh level terendah mingguan di $4.453 sebelum akhirnya pulih dan menutup pekan di $4.508,25 per ounce (turun 0,79% dalam sepekan).

Yang menarik dari pekan ini adalah perbedaan tajam antara sentimen Wall Street dan investor ritel. Dalam survei mingguan Kitco News, 62% dari 13 analis profesional memproyeksikan harga emas akan turun lebih lanjut, sementara hanya 15% yang bullish. Sebaliknya, dari 32 responden investor ritel, 56% masih optimis harga akan naik.

Beberapa analis yang pesimis menyoroti risiko nyata di depan. Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex memperkirakan potensi koreksi ke arah moving average 200 hari di sekitar $4.370. Alex Kuptsikevich dari FxPro memprediksi penurunan ke kisaran $4.370–$4.400—level yang terakhir terlihat pada akhir Maret. Sementara itu, Rich Checkan dari Asset Strategies International mengingatkan bahwa PPI dan CPI yang mencapai level tertinggi multi-tahun memberi tekanan nyata terhadap emas, karena kenaikan suku bunga cenderung menekan performa logam mulia.

Di sisi lain, Adrian Day dari Adrian Day Asset Management masih melihat "bias naik" untuk pekan depan di tengah volatilitas yang berlanjut. John Weyer dari Walsh Trading memperkirakan emas bergerak dalam kisaran $4.470–$4.560, dengan arah bergantung pada perkembangan di Timur Tengah.

Pekan ini, pasar emas beroperasi dengan jadwal lebih pendek karena libur Memorial Day di Amerika Serikat. Beberapa data ekonomi penting yang perlu dicermati: laporan kepercayaan konsumen Conference Board (Selasa), data GDP kuartal pertama, PCE (indikator inflasi favorit The Fed), klaim pengangguran, dan Durable Goods Orders (Kamis). Data-data ini bisa menjadi katalis bagi pergerakan emas lebih lanjut.

Sambil memantau perkembangan pasar global, Anekalogam hadir untuk membantu Anda berinvestasi emas dengan lebih bijak. Kunjungi toko kami di Mall Artha Gading atau pelajari lebih lanjut di anekalogam.co.id.