Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Konsumsi emas di China selama 9 bulan pertama di 2021 meningkat secara signifikan sebesar 48.4% menjadi 813,59 ton. Peningkatan ini disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi setelah pandemi yang terjadi pada 2020. Angka tersebut termasuk peningkatan konsumsi sebanyak 266,54 ton yang terjadi pada kuartal 3 tahun ini, meningkat sebesar 18,5% jika di bandingkan dengan tahun lalu.
Harga emas tetap berada pada uptrend jangka panjangnya, namun harga masih perlu melewati masa konsolidasinya. Hal ini di ungkapkan oleh analis dari Haywood Securities, salah satu perusahaan investasi.
Para investor kembali memilih investasi emas dan membuat harga emas berada diatas $1.800 per oz. Keputusan para investor ini di dukung oleh salah satu firma keuangan yang memprediksi harga emas akan terus melonjak akibat dari ketidakmampuan the Fed dalam mengatasi tingkat inflasi dalam jangka waktu dekat.
Minggu lalu di mulai dengan optimisme di pasar logam mulia, dengan harga emas dan perak melaju dengan cukup signifikan. Harga emas bahkan sempat menyentuh harga tertingginya selama enam minggu terakhir yaitu di angka $1.800 per oz.
Data Manufaktur Amerika baru saja di keluarkan, namun hasil yang di umukan hanya memberi dampak yang kurang signifikan bagi harga emas.
Karen Jones dan tim analisa teknikal pada Commerzbank sudah memperhatikan pergerakan emas dengan seksama selama tahun ini. Menurut Karen dan timnya, harga emas sedang mengalami proses recovery setelah sempat menyentuh angka 1722
Harga emas mengalami penguatan yang cukup signifikan dan mendapatkan sedikit momentum setelah data penjualan rumah di Amerika menujujan hasil yang mengecewakan.
Harga emas stagnan berada di bawah $1.800 per oz. Analis Komoditas di HSBC memperingatkan para investor bahwa kenaikan harga emas akan terbatas dalam jangka waktu dekat akibat dari the Fed uang berencana menormalkan kebijakan moneter mereka dan akan membuat US dollar menjadi lebih kuat.
Para analis di HSBC mengatakan bahwa harga emas bisa kesulitan karena bank sentral sedang dalam proses beradaptasi dalam perubahan kebijakan moneter yang sedang terjadi sekarang ini. Ekspektasi terus meningkat seiring dengan the Fed yang mengurangi pembelian surat obligasi sebelum akhir tahun ini.
Menurut para analis di HSBC, keadaan moneter global dan kebijakan fiskal tidak lagi menjadi pendukung dalam kenaikan harga emas di Amerika, ataupun di dunia. Dengan berakhirnya era kebijakan moneter yang longgar dan berbagai kebijakan fiskal yang di tarik, investasi pada emas akan mengalami penurunan.
Mereka masih percaya bahwa USD akan secara bertahap menguat di karenakan pelemahan perkembangan ekonomi secara global dan the Fed akan melanjutkan kebijakan yang sekarang telah di buatnya dan menormalisasikannya. Penguatan USD akan menjadi dampak negatif bagi harga emas itu sendiri.
Sumber : Kitco News
Harga emas dan perak mengalami pembalikan arah trend, dimana kedua logam mulia ini sempat mengalami tekanan pada minggu lalu. Salah satu kesalahan terbesar para investor adalah mereka terlalu emosional ketika memengambil keputusan pada saat kondisi tidak baik.